
kelak, after kita modiar alias wafat alias meninggal dunia alias mati alias roh kita terlepas dari raga ini, dan kita pasti juga sudah paham kalau kita tidak akan membawa apa apa selain amal yang sudah kita lakukan didunia yang sudah kita tempati.
ngeri kan ? andaikata kita ini terus mengingat, kalau kita ini lahir ngga bawa apa apa lantas kita ada dan punya segala sesuatunya. tapi sayangnya kebanyakan dari kita tidak mengingat hal seperti itu. jangankan mengingatnya, bersyukur pun kadang kita lupa. bukannya sungguh menjadi manusia yang celaka kita nantinya ?
kemaren pagi saya kedatangan salah seorang teman yang sekarang kerja disalah satu media cetak yang ada disolo. spontan dia bertanya sambil cengengesan. “kapan mati ?” dan dia menjabat tangan saya karena sudah lumayan lama saya tidak bertemu dengannya. “ya kamu dulu nanti tak susul” jawab saya singkat.
saya rasa pertanyaan itu bukanlah pertanyaan yang sesat. walau mengingat itu pantas ditujukan pada orang sesat seperti saya. tapi kok serasa sesuatu banget. ketika kita jomblo maka bertanya kapan punya pacar. setelah punya pacar bertanya kapan nikah. setelah nikah bertanya kapan punya anak. dan seterusnya pertanyaan itu muter terus ngga karuan hingga akhirnya saya rasa malah menjadi pertanyaan yang ngga penting untuk kita jawab. jujur, ini pembelaan saya ketika saya ditanya tentang pertanyaan itu…
dan saya rasa kok lebih sesuatu ketika kita bertanya. kapan kamu jatuh cinta ? kapan kamu bahagia ? kapan kamu baik hati ? kapan kamu sabar ? kapan kamu ikhlas ? sekarang kamu sudah hidup, dan berfikirlah kapan kamu mati ? bukankah yang demikian menjadikan kita sosok manusia yang berarti dibandingkan kita bertanya kapan kita beli rumah ? kapan kita punya mobil ? atau kapan kita banyak uang ?
lantas malamnya saya kerumah teman yang letak rumahnya persis berhadapan dengan kuburan. spontan saya bertanya “ngga ngeri mas ?” “waah mas, nanti juga dikubur kayak gitu kok ngeri…” jawabnya sambil mempersilahkan saya masuk. lewat jawaban itu saya dapat pelajaran lagi. sungguh sepertinya tidak ada beban ketika kita mempunyai pemikiran toh hidup ini kok sepertinya hanya mampir untuk sarapan pagi sama minum kopi.
art by Amanda



very good mata! you write this topic, better than my writing
ijin share di tumblr dan twitter yaaa
wahh,,, segitunya… justru saya nulis ini karena habis baca postingan kamu yang kapan itu je…
btw tumblr nya dimana sih bu ?
iya i know. tulisan kita serupa tapi dari sisi yang berbeda
alamat tumblrku di http://loveandpost.tumblr.com
pantesan… aku googling kok ngga ketemu
ternyata pake nama misua
Workshop Bisnis Online. Malang, 29-30 Oktober 2011. Peserta terbatas 30 orang. Tempat LAB Statistik FE UIN Malang.
Materi UTAMA : Membangun TOKO ONLINE, Riset PRODUK, Teknik JITU Promosi dan Marketing INTERNET.
Materi TAMBAHAN : Optimasi Blackberry+Facebook+Twitter Untuk BISNIS Online.
Garansi 1 BULAN Jualan.
Info Lengkap: http://www.GuruBisnisOnline.com | PIN BB 2310BF87 | 0856 4960 8915.
spam bukan sih ini ?
spam itu. kalo aku mah report langsung ke wordpress-nya, karena dia ninggalin alamat wordpress. trs di-suspend deh blognya dia krn sama wordpress juga dianggap sebagai spammer, hahaha kapok. ini yang tukang promosinya banyak. patah satu hilang berganti.
ohh gitu…
ok deh.. thanks infonya
LAPOR HANSIP !
woooww terimakasih sudah mengingatkan saya kapan mati, masih perlu banyak menabung amal
mari beramal bu…
mumpung masih hidup.
kok lebih takut ditanyain ‘kapan kawin’ ya -.-”
lebih takut lagi ntar ditanyain ‘kapan hamil’ ?
Kalo saya yang ditanya seperti itu, jawabnya bakal, “Terserah Tuhan aja kapannya, saya gak bisa ngasih kepastian”
lha iya terserah Tuhan….
kalau yang nentuin manusia, sesat itu namanya
Sepertinya saya sesat…
habis mati ntar ngapain ya?
habis mati minum kopi :p
kalo dipikir takut ama siksa kubur…
serem euy
siksa dunia aja serem pak bos apalagi siksa kubur